Deskripsi Bibliografi.

Posted on 14 Maret 2011

0


Sebelum kita melangkah kita harus melihat jalan yang kita lalui agar kita tidak tersandung dan apalagi jatuh. Pertama kita harus mengenal Deskripsi? Dieskripsi adalah upaya pengelolahan data yang diuraikan secara jelas dengan tujuan agar dapat dimengerti oleh orang yang tidak langsung mengalaminya. Dan, Bibliografi berasal dari bahasa Latin Biblos yang artinya Buku. Karena itu, data yang mengenai buku disebut data bibliografi:

a.       Pengarang

b.      Judul

c.       Edisi

d.      Kota terbit

e.      Penerbit

f.        Tahun penerbit

g.       Keterangan fisik dokumen tersebut, spt: halaman dan lebar

h.      Ilustrasi/gambaran dokumen, bila ada

i.         No dokumen/ISBN.

Pembuatan dan penyusunan data bibliografi dari sebuah dokumen, itu merupakan Deskripsi Bibliografi. Ada juga yang menyebut Pengkatalogan (cataloging).

Dalam pemuuatan Deskripsi Bibliografi haruslah menggunakan pedoman deskripsi bibliografi.

a.       Menggunakan tajuk entri utama

b.      Membuat deskripsi data bibliografi.

 

Ada juga yang berpendapat bahwa, Deskripsi Bibliografi adalah, data bibliografi yang tersusun  secara sistamatis sehingga dapat mudah diakses dari berbagai pendekatan. Hasil deskripsi bibliografi biasanya dituangkan dalam bentuk katalog.

Ada juga yang berpendapat bahwa. Deskeripsi Bibliografi adalah penyabaran semua bahan pustaka yang dipunyai perpustakaan. Deskripsi Bibliografi dapat juga dikatakan pengkatalogan.

Dalam pembuatan deskripsi bibliografi. Tujuan dari pembuatan deskripsi bibliografi adalah agar user secara efektif dan efisien menemukan informasi yang diperlukan.

pembuatan deskripsi bibliografi tesebut harus menggunakan pedoman. ISBN merupakan pedoman yang dirumuskan oleh IFLA. Atau juga, AACR2 (Anglo American Cataloguing Rules Edisi 2)

dalam pedoman tersebut yang telah dirumuskan dalam pembuatan deskripsi bibliografi , telah dibagi 8 daerah lengkap dengan tanda bacanya, dapat dilihat di bawah.

1.       Daerah judul dan penanggung jawab

a.       = Judul pararel                                   (judul yang ditulis dalam bahasa lain)

b.      :  Pernyataan judul lain                  (anak judul)

c.       /  Pengarang pertama                    (bila pengarang lebih dari satu)

d.      ,  pengarang ke2, ke3                     (pengarang lebih dari 1 tapi tidak lebih dari 3)

e.      ;  Perngarang lainnya                      (spti, penerjemah, editor dll)

2.       Daerah edisi

a.       .–  pernyataan edisi                        (spt. .—edisi 5  )

b.      /

3. Daerah rincian khusus                     (untuk buku tidak digunakan).

 

4. Daerah penerbitan atau tipe terbitan (dulu disebut impresum)

a. tempat terbit                             [kota terbit atau negara, diambil yang ke-1 jika > 1]

b.  : nama penerbit

c.  , tahun terbit                            [yang terakhir]

 

5. Daerah keterangan fisik (kolasi):

jumlah halaman

a)    : ilustrasi                                              [gambar, foto]

b)   ; dimensi                                              [dalam cm.]

c)    + bahan penyerta                                 [spt. jika ada kaset, CD, disket, dll.]

 

 

6. Daerah judul seri:

(judul seri

a)      : keterangan sub seri

b)      ; nomor seri)

 

 

Singkatan-singkatan standar yang sering gunakan dalam deskripsi bibliografi adalah:

1. Daerah 1 : et.al (et alii, artinya and others, jika pengarang lebih dari 3)

2. Daerah 2 : ed. (edition)

cet. (cetakan)

3. Daerah 3 : s.l. (sine loco, artinya tempat terbit tidak diketahui)

s.n. (sine nomine, artinya nama penerbit tidak diketahui)

s.a. (sine anno, artinya tahun terbit tidak diketahui)

4. Daerah 4 : vol. (volume, jika berjilid)

jil. (jilid, jika memakai bahasa Indonesia)

ill. (illustration, jika ada gambar, foto)

cm. (centimeter, ukuran tinggi buku)

 

Contoh deskripsi bibliografi

Judul               : peran perpustakaan dalam peradaban Islam.

Sejarah perpustakaan islam.

Pengarang       : Nur Jawahir

Penerjemah      : Muhammad Adib

Kota tebit        : Jakarta

Penerbit           : Grammedia

Tahun terbit     : 2000

 

 

Tajuk                     jawahir, Nur

Peran perpustakaan pada masa peradaban Islam:sejarah perpustakaan Islam/ Nur Jawahir, diindonesiakan oleh Muhammad Adib -Jakarta: Gramedia, 2000.

xvi, 275 hal. Ind.,:  21 cm.

Jejakan                                 1. Adib, Muhammad

Nur Jawahir

PERAN PERPUSTAKAAN PADA MASA PERADABAN ISLAM

Sejarah Perpustakaan Islam

 

Diindonesiakan oleh

Muhammad Adib

 

 

 

Diterbitkan oleh

Penerbit PT GRAMEDIA

Jakarta 2000

 

Kenapa nama pengarang di dalam deskripsi bibliografi dibalik? Jawabnya ialah dinyatakan bahwa dalam pedoman deskripsi bibliografi, bagi nama Blanda maka nama yang akhir atau mana kluarga dicatat pertama kali pada tahuk dan dipisahkan oleh tanda koma.

Apa sih yang disebut dengan Tajuk? Tajuk ialah nama, kata atau ungkapan yang pertama dicantumkan pada entri katalog. Kalu pada contoh diatas yang menjadi tajuk adalah Dr. C. A. van Peursen. Yang disebut entri utama adalah bagian yang dimulai dari nama Peursen, A. C. van hingga tinggi dokumen. Sedangkan kalu entri tidak utama (entri tambahan)? Coba anda perhatikan contoh di atas, Dick Hartoko sebagai penerjemah dibuatkan kartu lagi. Contoh

Adib, Muhammad

Jawahir, Nur

Peran perpustakaan pada masa peradaban Islam: sejarah perpustakaan Islam/ Nur jawahir, diindonesiakan oleh Muhammad Adib – jakarta: Gramedia, 2000.

xi, 123 hal.; Ind.; 21 cm.

 

Untuk mengetahui sebuah subyek anda harus memiliki teknik tersendiri karena setiap jenis dokumen deskripsi isinya berbeda dapat berupa notasi atau angka, berupa kata.

International Fenderation of Library Associations and Institutions (IFLA), reumuskan perdoman deskrpsi bibliografi. Pedoman deskripsi tersebut biasa dikenal sebagai International Setandar Bibliographic Descriptions (ISBD). Karena banyak berbagai jenis dokumen maka IFLA mengeluarkan ISBD untuk sesuatu dokumen. Pedoman yang dikeluarkan adalah:

a.      ISBD monograf

b.      ISBD terbitan berseri

c.       ISBD materi kartografis

d.      ISBD musik

e.      ISBD rekaman suara

f.        ISBD gambar hidup

g.      ISBD artefak dan realita

h.      ISBD bentuk mikro

i.        ISBD berkas komputer

Intinya

Setiap perpustakaan, itu memiliki dokumen tekstual atau dokumen non tekstual. Makadari itu pustakawan harus membuat deskripsi bibliografi dan deskripsi isi. Untuk disimpan dan dikomunikasikan kepada pemakai perpustakaan agar pemakai menemukan informasi yang ia perlukan dengan cepat.

Pembuatan deskripsi bibliografi harus menggunakan pedoman penentuan Tajuk Entri Utama. Yang dirumuskan oleh organisasi bidang perpustakaan yakni IFLA (International Fenderations Library Assosiatios and Institutions) dalam bentuk ISBD (International Standar of Bibliographic Descriptions). Atau AACR2 (analog american cataloguing rules edisi 2). Dalam pedoman ini setiap dokumen tekstual atau dokumen non tekstual harus disesuaikan dengan pedoman dokumen tesebut, agar mudah untuk di temukan kembali.

Posted in: Uncategorized