Klasifikasi

Posted on 14 Maret 2011

0


Perpustakaan merupakan suatu lembaga yang bertugas menghimpun, menglolah, menyebarluaskan dan memberdayakan informasi untuk kebutuhan masyarakat informasi. Coba anda bayangkan, misalnya, suatu perpustakaan tidak melakukan pengadaan koleksi? Terus informasi apa yang diberikan oleh perpustakaan untuk kebutuhan informasi masyarakat. Pengadaan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam perpustakaan, secara fisik dan akses agar kebutuhan informasi masyarakat tercukupi. Setelah pengadaan koleksi dilakaukan oleh perpustakaan maka hendaknya pustakawan menglolah koleksi tersebut agar para user atau pemakai perpustakaan dapat secara efektif dan evisien menemukan informasi yang ia butuhkan. Perpustakaan hendaknya menyebarluaskan semua koleksi yang berada dalam perpustakaan untuk dibuatkan deskripsi bibliografi atau katalogan untuk dikomunikasikan kepada semua orang, dan perpustakaan hendaknya memakai sistem terbuka agar user bisa memilih informasi secara leluasa.

Dalam bahasan ini, kita akan membahas klasaifikasi. Klasifikasi adalah pengelompokan suatu barang menurut ciri kesamaan barang tersebut. Dalam perpustakaan, klasaifikasi merupakan kegiatan penglompokan beberapa koleksi berdasarkan sistem tertentu. Pengorganisasian informasi ini memerlukan sistem pedoman, agar informasi yang ada di perpustakaan seragam dengan perpustakaan pada umumnya. Pedoman klasifikasi pada saat ini yang terkenal adalah. Dewey Decimal Classification (DDC), Library of Congres Classification (LCC) dan Universal Decimal Classification. Namun perpustakaan pada umumnya memakai sistem kasifikasi Dewey Decimal Classification (DDC). DDC merupakan sistem kalsifikasi hirarki yang menganut desimal pembagian cabang ilmu pengetahuan. Sistem klasifikasi yang ditemukan oleh seseorang pustakawan Amhest College yang bermama Melvil Dewey pada tahun 1873 ini  membagi 10 kelas utama ilmu perngetahuan yang diberi notasi berupa angka. Selanjutnya 10 kelas utama tersebut dibagi lagi 10 devisi dan di bagi lagi di setiap devisi menjadi 10 seksi. Misalnya

Kelas Utama

000 – Karya umum                                                     => Utama

100 – Filsafat dan disiplin terkait

200 – Agama

300 – Ilmu-ilmu sosial

  • 310 – Statistik                                                    => Devisi
  • 320 – Ilmu Politik
  • 330 – Ilmu Ekonomi
  • 340 – Hukum
  • 350 – Administrasi Negara
  • 360 – Problem dan pelayanan sosial
  • 370 – Pendidikan

371 – Pendidikan secara umum            => Seksi

372 – Pendidikan dasar

373 – Pendidikan menengah

374 – Pendidikan dewasa

375 – Kurikulum

376 – Pendidikan wanita

377 – Sekolah dan agama

378 – Pendidikan tinggi

379 – Pendidikan dan negara

380 – Perdagagangan

390 – Adat istiadat, etiket, cerita rakyat

400 – Bahasa

500 – Ilmu-ilmu murni

600 – Ilmu-ilmu terapan

700 – Kesenian

800 – Sastra

900 – Geografi umum dan sejarah serta cabangnya.

Tiap-tiap seksi di atas dapat dibagi lagi secara desimal apabila dikehendaki menjadi bagian yang lebih spesifik, misalnya:

371 – Pendidikan secara umum

371.1 – Pengajaran dan pengajar

371.2 – Administrasi pendidikan

371.3 – Metode mengajar dan belajar

371.4 – Bimbingan dan penyuluhan

371.5 – Disiplin sekolah

371.6 – Sarana fisik

371.7 – Kesehatan dan keselamatan sekolah

371.8 – Siswa

371.9 – Pendidikan khusus

 

Posted in: Uncategorized